Mengulang kembali semangat perjuangan melawan penjajah.
Sempat kaget dengan gaya hidup di “Darat” : menyamar muka, pakai ransel, makan pakai misting, minum dari peples dan tidur di bivak. Tapi lama lama enjoy juga.
Perwira yang murah senyum ini dilahirkan di pinggiran kota “Kretek”, tepatnya di Desa Gulang RT 01 RW 04 Kec. Mejobo Kab. Kudus. Terlahir dari pasangan orang tua bernama Matngali (Alm) dan Kastir. Bu Kastir yang sehari-harinya sebagai pedagang keliling polowijo di desanya dan bapaknya yang bekerja sebagai penggarap sawah milik orang lain, menjadi inspirasi dirinya untuk hidup lebih maju. Dia adalah anak paling kecil dari 7 bersaudara.Cita-citanya sejak kecil adalah menjadi tukang insinyur yang serba bisa seperti Einstein. Makanya selepas SMA mencoba mendaftar di ITB Bandung Jurusan Fisika Murni, sekaligus mendaftar AKABRI melalui Ajendam Kodam VII Diponegoro Semarang. Seleksi Akabri diikuti sampai di Magelang dan dinyatakan lulus, sehingga tidak sempat pulang untuk pamitan keluarganya, karena harus langsung mengikuti Candradimuka. Saat mengikuti pendidikan di Magelang, kakaknya mengirimi kartu pos yang ditempeli pengumunan namanya terdaftar sebagai mahasiswa ITB “agar mendaftar ulang!”. Tapi setelah dipertimbangkan masak-masak, akhirnya ia tetap memilih untuk mengikuti militer.
Pendidikan selama 6 bulan di Candradimuka Magelang mengawali latihannya sebagai Taruna AAU Jogyakarta. Lulus tahun 1995 dengan predikat “Terbaik” dengan pangkat Letda Tek di pundak menambah kebanggan dirinya ketika pulang ke kampung halamannya di hari Lebaran bulan Juli 1995. Tidak lama menikmati kebebasannya sebagai perwira remaja, dia harus kembali serius mengikuti pendidikan sebagai siswa Sekolah Penerbang (Sekbang) Angkatan 54 di Lanud Adi Sutjipto. Lulus tahun 1997 dengan wing penerbang di dada kanan, yang disematkan oleh ibunya sendiri di tengah Apron pada acara Wing Day. Karena kerinduannya pada kampung halamannya dia memilih menjadi penerbang helikopter yang bisa mendarat dimana saja. Sampai saat ini dia aktif menerbangkan helikopter Puma, bolkow,Soloy dan Colibri. Pernah menjadi perwira di Skadron Udara 7 thn 1997, Skadron Udara 8 Bogor 1999-2004, Lanud Adi Sutjipto 2004-2007 sebagai Intruktur Penerbang dan sekarang kembali ke Skadron Udara 7 di Subang. Dengan helikopternya hampir seluruh daerah di negeri ini sudah pernah didaratinya.
Ketika sedang menjadi Taruna AAU dia ketemu dengan adik kelasnya sewaktu masih bersekolah di SMA 1 Kudus yang bernama Adim Dwi Putranti. Rasa cintanya yang mendalam pada gadis ini membuat dirinya segera melamar pada orang tuanya di Kudus begitu selesai pendidikan helikopter. Akhirnya pada tanggal 14 Februari 1999 dilangsungkan pernikahan di Jogyakarta. Pernikahannya dengan gadis kelahiran Bukittinggi 17 Desember 1974 itu mebuahkan hasil dua anak yang cerdas dan lucu yaitu Azkiya listyorini lahir 17-1-2000 dan William Hilmy Susetyo lahir 11 April 2002 .SebagaianggotaPIAArdhya Garini, Ny Adim DP, selalu setia menemani suaminya dalam mengarungi bahtera kehidupannya baik suka maupun duka serta mendukung perjalanan karier suaminya. Minatnya pada pendidikan anak usia dini mengantarkan ibu ini hingga memiliki Playgroup dan TK sendiri di Kudus.
Sangat kompak dengan istrinya“Keluarga adalah yang utama” kata Sapuan. Hobby nya membaca menurun pada anak-anaknya kini suka menjadi kutu buku kecil di perpustakaan.
Senin, 08 Juni 2009
SESKO DI ANGKATAN DARAT
Tidak bisa dinyana-nyana, akhirnya datang giliran harus sesko di AD.Ketika mendapat Telegramdari Disdik..duh ternyata masuk Sesko di AD. Padahal sudah bermimpi-mimpi masuk sesko di Lembang. Ya sudahlah..diterima saja..sudah garis tangan. Waktu mwncari informasi ke senior angkatan darat 94 yang baru lulus sesko, pesennya cuman satu :Siapin uang yang banyak..Dalam hati serius nih?
Bulan pertama lebih banyak terkaget-kagetnya. Peraturan sehari-hari sangat ketat ( walaupun sebenarnya itu yang betul sesuai aturan). Pkoknya tidak se relax di AU lah.Mana teman-temannya wajah baru semuanya.Jumlahnya ada 211 orang. jauh lebih banyak dibanding di AU. Komposisi campuran mulai angkatan 95 sd 88 ada. Ada beberapa yang sudah Letkol. sementara masih belum hapal nama-nama stu persatu.Pokonya say hello saja kalo ketemu sambil pasang wajah senyum senyum biar kelihatan akrab.
Sabtu, 27 Desember 2008
Setelah ujian semester pertama selesai, rasanya beban berat di pundak sudah lepas. Seminggu penuh istri dan saya tegang mempersiapkan anak-anak agar bisa mengerjakan soal ujian dengan baik. Anak mungkin tertekan terutama willy yang masih kelas satu SD. Setiap kali ada perintah" kerjakan soalnya, Wily!!", langsung protes : " capek.. papa..ngantuk.. papa!" , duuuh!!. Protes willy, terkadang sampai diikuti derai air mata. Kasihan..tetapi seperti kata SBY : " Kamu Bisa!!! Nak!, Ayo!!!"
Untuk Lilis sudah bisa menyesuaikan kebiasaan mamanya yang super ketat mengatur kegiatan belajar selama ujian. Selama ujian, tidak ada acara bermain sepeda di sore hari dan tidak ada permainan game, menonton TV dikurangi jamnya dan lain sebagainya. Tetapi situasi rezim itu hanya berlangsung selama 2 minggu.
Setelah ujian selesai berlibur ke Villa di puncak sariater yang dingin dan bisa berendam air panas. Gratis.. lho..
Hari ini saya terbang dengan siswa Alex. Dia IDP 77.Anaknya tinggi wajahnya mbatak, tapi suaranya agak kecil dan lucu. Terbangnya bagus,semangat, namun untuk approachnya agak ketinggian terus. Temannya ada 9 dan sekarang sedang konsentrasi untuk test Pattern menggunakan helikopter Bel 47 G soloy. Pertama-tama mengajar mereka sempat emosi dan keluar kata-kata kotor, tetapui setelah mereka establish..jauh lebih sabar.
Malam pukul 19 30 saya dan mom sampai di Bandara Internasional Soekarno hatta. Setelah hampir sejam menunggu, muncullah dua cewek berambut berambut pirang, masing-masing menariksatu koper besar. Tidak salah merekalah Yolanda gadis bule 19 thn yang wajahnya sungguh cantik dan di belakangnya Odessa gadis 15 th yang murah senyum dan tinggi banget. Setelah berpelukan dengan mom nya, akhirnya sayapun dapat ciuman juga.
Mereka akan berangkat liburan ke Jogja esok hari menggunakan pesawat mandala. Malam ini mereka tinggal dulu di Depok. Jalan menuju Depok harus memutari Tol agar tidak terkena macet, untunglah malam itu dia antar Gino sopir handal dari karanganyar.
Selamat datang Mom,Landy dan dessa. Your English is Good girls..and i want too..